Minggu, 27 Februari 2011

Cinta Rosululloh





Cerita ini saya dapatkan setelah sholat shubuh di Masjid di Sekaran Lamongan Jawa Timur 28 September 2008. Cerita ini terjadi pada masa Sang Nabi besar junjungan kita Muhammad S.A.W masih hidup. Ceritanya kurang lebih seperti ini.
Pada suatu ketika di daerah Madinah ada seorang pengemis buta, yang setiap hari kerjaanya meminta-minta. Ada kebiasaan unik yang dilakukan setiap meminta-minta. Sang pengemis ini selalu mengucapkan Muhammad Pembohong, Muhammad Pendusta. Hal ini selalu dia ucapkan setiap aktifitasnya meminta-minta tersebut.
Ada lagi kebiasaannya yang lain yang selalu dilakukan si Pengemis tersebut setiap hari, yaitu pengemis tersebut sebelum memulai aktifitasnya dipagi hari, selalu mendapat suapan demi suapan sarapan dari seseorang. Kebiasaan ini berlangsung sekian lama. Kemudian suatu hari, pengemis tersebut tidak mendapatkan suapan seperti biasanya, dan pengemis tetap melakukan pekerjaannya dan tidak lupa dengan mengucapkan Muhammad Pendusta, Muhammad Pembohong. Pada hari kedua dan ketiga orang yang biasa memberikan suapan tidak datang juga. Hingga suatu waktu dipagi hari, ada seseorang yang menyuapi pengemis tersebut lagi. Dan pada suapan kedua setelah suapan pertama pengemis tersebut menepisnya dan itu menyebabkan makanan yang disiapkan tumpah berserakan dan pengemis tersebut mengucapkan kepada penyuap tersebut.
Kamu bukan orang yang biasa menyuapiku! dan orang tersebut bertanya, kok kamu tau kalau aku bukan orang itu? Kamu kan tidak bisa melihat? Pengemis tersebut menjawab. Karena orang yang biasa menyuapiku setiap hari itu melakukannya dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang, dia selalu membelai rambutku dan mengusap dadaku setiap suapan demi suapan yang dia berikan. Dia juga melembutkan makanannya terlebih dahulu, sehingga aku tidak susah mengunyahnya.
Dan penyuap tersebut bilang, benar aku memang bukan orang itu. Dan ketahuilah bahwa orang tersebut telah pergi meninggalkan kita untuk selamalamanya. Siapakah orang itu? pengemis itu bertanya. Ketahuilah bahwa orang yang biasa menyuapimu setiap hari itu adalah orang yang biasa kamu hardik dan kamu tuduh pembohong dan pendusta. Yaitu Muhammad S.A.W. dan saya sendiri adalah syahabatnya Abu Bakar.
Mendengar itu, pengemis tersebut jatuh lunglai dan menangis, hatinya remuk seperti disambar petir di siang bolong. Rasa penyesalan dia rasakan begitu dalam. Setelah itu pengemis tersebut mengucapkan
Laa ilaaha illaallaah Muhammadarrasuulullaah
Dan masuk islam dan mengakui segala ajaran Nabi Muhammad S.A.W.
Itulah sang nabi, seorang suri teladan yang baik dan juga rahmat untuk sekalian alam, seorang pemimpin yang sangaat down to earth, seorang yang telah meberikan pencerahaan di dunia yang semakin kompleks ini.
Dengan segala cercaan dan juga hinaan yang dia selalu terima, dia tetap melakukan dengan penuh kasih sayang bahkan terhadap orang yang membencinya.
Semoga kita semua bisa mengikuti segala sunnahnya dan menjadikan diri kita, keluarga kita, saudara kita, kampung kita, kota kita, kabupaten kita, propinsi kita dan negara kita menjadi negeri yang aman negeri yang tenteram negeri yang selalu di impikan kita semua.
Ramadhan hampir usai saudaraku, semoga kamu bisa menggapai dan menjadi orang yang bertaqwa. Selamat Mudik 2008 jika butuh Peta Mudik 2008 saya belum ada. Yang penting penuhi harimu untuk menjadikan negeri ini menjadi lebih baik dan tetap semangat.

Jejak Bermanfaat

keteladanan nabi muhammad saw, KISAH KETELADANAN NABI mUHAMMAD SAW, cerita nabi muhammad, kata bijak nabi muhammad, suri tauladan nabi muhammad saw, kisah suri tauladan rasulullah, Hikmah kelahiran Nabi Muhammad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar